Lambang Daerah

Arti Lambang/Logo Daerah

Lambang Daerah merupakan pencerminan inspirasi dan aspirasi masyarakat serta mempunyai arti dan pengaruh positif terhadap suatu Daerah dan juga menggambarkan potensi social, ekonomi dan budaya Daerah, sehingga dirasakan perlu memiliki lambang daerah yang berisi daya kreatif disegala bidang yang merupakan identitas/ symbol Daerah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat baik material maupun spiritual.

Untuk mewujudkannya secara kronologis, telah di bentuk Panitia Penyelenggara Sayembara Logo Daerah Kabupaten Boven Digoel Tahun 2004, oleh Penjabat Bupati Kabupaten Boven Digoel “Bapak. Wilhelmus Tuwok, S.Sos.MSi”, untuk menyelenggarakan sayembara Logo Daerah Kabupaten Boven Digoel, yang diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Boven Digoel. Hasil Sayembara oleh Keputusan Panitia Penyelenggara telah disaring 3 (tiga) pemenang yang hasil karyanya dijadikan sebagai cikal bakal Lambang/Logo Daerah Kabupaten Boven Digoel, dan telah diperkenalkan secara resmi kepada seluruh masyarakat Kabupaten Boven Digoel, tanggal 17 Agustus 2004 pada Acara Resepsi Malam Bersama di Tanah Merah. Yang menarik  dari logo pertama yaitu ada sebuah pita dalam genggaman burung emas bertuliskan “Do Nangau Ninem” yang berarti mengajak semua pihak untuk mensukseskan pembangunan di Kabupaten Boven Digoel ini.

Kronologis Sayembara Logo/Lambang Daerah.

  • Rapat pembentukan Panitia Sayembara Lambang Daerah Kabupaten Daerah Kabupaten Boven Digoel.
  • Pembentukan Panitia dan Dewan Juri Sayembara Lambang Daerah Kabupaten Boven Digoel;
  • Rapat Kerja Panitia sayembara Lambang Daerah Kabupaten Boven Digoel;
  • Pengumuman Sayembara Lambang Daerah Kabupaten Boven Digoel dari tanggal 2 s/d 31 Juli 2004.
  • Peserta yang mengikuti sayembara sebanyak 36 Orang peserta;
  • Rapat Dewan Juri untuk menentukan tiga pemenang terbaik untuk diseleksi sebagai Lambang Daerah Kabupaten Boven Digoel;
  • Keputusan Dewan Juri untuk tiga pemenang terbaik kepada Panitia;
  • Design dari ketiga karya pemenang terbaik menjadi Lambang Daerah Kabupaten Boven Digoel;
  • Laporan kerja Panitia kepada Penjabat Bupati Kabupaten Boven Digoel;
  • Pengumuman Pemenang Sayembara Lambang Daerah Kabupaten Boven Digoel pada tanggal 17 Agustus 2004 oleh Ketua Panitia.

Susunan Panitia dan Dewan Juri

Sayembara Logo/Lambang Daerah Kabupaten Boven Digoel

Tahun 2004

PANITIA

I.Pelindung : Wilhelmus Tuwok, S.Sos,M.Si (Penjabat Bupati Kabupaten Boven Digoel)
II.Penanggung Jawab : Drs. Domin J. Ulian, M.Si (Sekretaris Daerah Kabupaten Boven Digoel)
III.Ketua : David J. Ohoiwutun,S.Sos (Kabag. Pemerintahan Setda Kabupaten Boven Digoel)
IV.Sekretaris : Yonas Maturbongs, Yoseph Awunim,S.Sos
V.Anggota : Drs. Masri, Drs. Timotius Anuk, Ir. Wempy W. Hutubessy, Agus Tahir, Chris X. Renyaan,S.Sos., W.S. Agung Romadona

DEWAN JURI

1.Drs. Yosep Atuk (Ka.Dinas P dan K Kab. Boven Digoel)
2.Drs. Timotius Anuk (Kasi. Seni dan budaya Din P dan K)
3.Drs, Masri (kasi. Hub. Antar Lembaga Kantor KESBANG)
4.Viktor Wikom (Wakil Etnis Kati/Muyu)
5.Frans Tingge (Wakil Etnis Mandobo)
6.Paulus Gena (Wakil Etnis Awuyu)
7.Tugoro Gelamop (Wakil etnis Koroway)
8.Makarius Taman (Unsur Pemuda)
9.Jan Kelanit (Tokoh Masyarakat)

DESIGNER HASIL KARYA

1. Drs. Masri, 2. Chris. X. Renyaan,S.Sos., 3. W.S. Agung Romadona

Lambang Daerah Pertama yang diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2004 :

lambang Daerah Pertama Boven Digoel

Setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Boven Digoel terbentuk dan dilantiknya Pejabat Bupati dan Wakil Bupati Definitif Kabupaten Boven Digoel  “Bapak YUSAK YALUWO, SH. M.Si dan Bapak MARCELINO YAMKONDO” Tahun 2005 di Tanah Merah, Lambang/Logo Daerah Kabupaten Boven Digoel kembali diseminarkan, direvisi dan diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Boven Digoel Nomor 6 Tahun 2005 tentang Lambang Daerah Kabupaten Boven Digoel tanggal 30 November 2005 yang hingga kini telah menjadi Logo Daerah Kabupaten Boven Digoel yang terpasang pada Ruang Kerja Bupati, Pimpinan DPRD, Ruang Sidang DPRD, Ruang Kerja Sekretaris Daerah, Sekretaris DPRD, Kepala Dinas/Lembaga Teknis Daerah, Kepala Distrik dan Lurah/Kepala Kampung, Gedung-gedung yang dipergunakan oleh Pemerintah Daerah serta tempat-tempat tertentu yang dipandang perlu.