Perikanan

 

Kondisi geografis Kabupaten Boven Digoel yang terdiri dari banyak sungai kecil dan beberapa sungai besar memungkinkan masyarakatnya untuk mengusahakan kegiatan perikanan baik yang bersifat penangkapan ataupun pemeliharaan.

 

Jumlah Armada Penangkapan Ikan

Gambar 8.11. Jumlah Armada Penangkapan Ikan, Tahun 2004-2009

 Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

 

Armada penangkapan ikan merupakan sarana yang sangat penting guna menunjang kegiatan penangkapan hasil sungai. Armada yang terdapat di Kabupaten Boven Digoel adalah perahu tanpa motor, perahu motor tempel dan kapal motor. Seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 8.11, dari tahun 2004 hingga 2009 jumlah armada penangkapan ikan yang terbanyak adalah perahu tanpa motor kemudian perahu motor tempel dan hanya sedikit yang memiliki kapal motor. Jumlah perahu tanpa motor terus mengalami peningkatan dari tahun 2004 yang hanya berjumlah 18 armada menjadi 80 armada di tahun 2009. Begitu juga dengan perahu motor tempel yang cenderung mengalami peningkatan jumlah dari tahun 2004 hingga 2009. Sedangkan armada yang berupa kapal motor hanya berjumlah 3 unit pada tahun 2009.

 

Jumlah Nelayan

Gambar 8.12. Jumlah Nelayan, Tahun 2004-2009

Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

Keterangan *) : Data Tahun 2004, 2005, dan 2006 Tidak Tersedia

 

Jumlah nelayan di Kabupaten Boven Digoel seperti yang tampak pada Gambar 8.12 di atas sebanyak 28 nelayan pada tahun 2007 dan meningkat cukup tinggi menjadi 65 nelayan di tahun 2008 dan ditahun 2009 jumlah nelayan tidak berubah dari tahun 2008 yaitu sebanyak 65 nelayan.

 

Alat Penangkapan Ikan

Gambar 8.13. Banyaknya Alat Penangkap Ikan di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2004-2009

Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

 

Dalam Gambar 8.13 terlihat dari tahun 2005 hingga 2009, alat penangkap ikan yang paling banyak digunakan masyarakat adalah jaring insang tetap, kemudian pancing terus meningkat penggunaannya dari tahun 2004 hingga 2009. Jaring insang tetap juga mengalami peningkatan cukup pesat hampir setiap tahunnya, kecuali pada tahun 2007 dan 2008 jumlah alat jaring insang tetap tidak berubah sebanyak 1.875. Alat penangkap ikan berupa jaring insang hanyut meningkat dari tahun 2004 berjumlah hanya 7 buah menjadi 48 buah di tahun 2006, namun menurun jumlahnya di tahun 2007 hingga 2009, yaitu menjadi 35 buah. Alat penangkap ikan yang paling sedikit adalah serok yang hanya berjumlah 8 buah pada tahun 2007 hingga 2009.

 

Produksi Ikan

Gambar 8.14. Jumlah Produksi Ikan (Kg) di Kabupaten Boven Digoel,

Tahun 2004-2009

Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

Keterangan *) : Data Tahun 2004, 2005, dan 2006 Tidak Tersedia

 

Jumlah produksi ikan di Kabupaten Boven Digoel seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 8.14 di atas, sebesar 29.880 Kg pada tahun 2007. Kemudian meningkat di tahun 2008 sebesar 31.842 Kg. Namun di tahun 2009, produksi ikan di Kabupaten Boven Digoel mengalami penurunan hingga mencapai 25.439 Kg.

 

Jumlah Rumah Tangga Perikanan

Gambar 8.15. Jumlah Rumah Tangga Perikanan di Kabupaten Boven Digoel,

Tahun 2004-2009

 

Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

Keterangan *) : Data Tahun 2004 dan 2005 Tidak Tersedia

 

Rumah tangga perikanan terbagi kedalam beberapa jenis menurut kegiatan usahanya, yaitu Rumah Tangga Pembudidaya, Rumah Tangga Penangkapan, Rumah Tangga Pengolah dan Rumah Tangga Pengumpul. Berdasarkan Gambar 8.15 di atas, Rumah Tangga Penangkapan atau rumah tangga yang jenis kegiatan usahanya adalah menangkap ikan merupakan rumah tangga yang terbanyak. Namun dari tahun 2006 hingga 2007, jumlah rumah tangga ini mengalami penurunan hingga menjadi 109 rumah tangga, tetapi di tahun 2008 kembali bertambah jumlahnya menjadi 117 rumah tangga dan terus naik pada tahun 2009 hingga menjadi 126 rumahtangga. Jumlah Rumah Tangga Pembudidaya atau rumah tangga yang membudidayakan ikan meningkat cukup pesat dari tahun 2006 yang berjumlah hanya 17 rumah tangga menjadi 83 rumah tangga di tahun 2007. Rumah tangga ini terus mengalami peningkatan, pada tahun 2008 berjumlah 104 rumah tangga menjadi 117 rumah tangga di tahun 2009. Rumah Tangga Pengumpul atau rumah tangga yang kegiatannya mengumpulkan hasil ikan tiap tahunnya mengalami peningkatan, mulai dari tahun 2006 yang berjumlah hanya 45 rumah tangga menjadi 96 rumah tangga di tahun 2009. Sedangkan Rumah Tangga Pengolah atau rumah tangga yang kegiatannya mengolah hasil ikan sehingga mempunyai nilai tambah berjumlah sangat sedikit dibandingkan dengan rumah tangga lainya. Pada tahun 2006 dan 2008, rumah tangga ini hanya berjumlah 8 rumah tangga dan pada tahun 2008 hingga 2009, jumlahnya hanya bertambah menjadi 9 rumah tangga saja.