Perkebunan

Perkebunan Rakyat

Tanaman yang banyak diusahakan oleh rakyat atau perkebunan rakyat antara lain tanaman Kelapa, Karet, Jambu Mete, Kakao dan Kopi. Luas Areal tanaman perkebunan dan produksinya serta jumlah petani yang mengusahakan tanaman perkebunan seperti tampak pada Gambar 8.17, Gambar 8.18 dan Gambar 8.19 berikut.

 

Luas Areal Tanaman Perkebunan Rakyat

Gambar 8.17. Luas Areal Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman

     di Kabupaten Boven Digoel,Tahun 2004-2009

 

Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

Berdasarkan Gambar 8.17, luas areal tanaman karet adalah yang terbesar. Luas areal tanaman karet terus meningkat dari tahun 2004 sebesar 1.531 Hektar pada tahun 2004 hingga mencapai 1.786 Hektar di tahun 2007. Namun pada tahun berikutnya, tahun 2008 luas areal tanaman karet berkurang menjadi 1.342,15 Hektar. Akan tetapi di tahun 2009 luas areal tanaman karet kembali meningkat cukup pesat menjadi 1.813 Hektar. Luas areal tanaman kelapa cenderung mengalami penurunan dari tahun 2004 hingga 2009. Pada tahun 2004 luas areal tanaman kelapa sebesar 363 Hektar berkurang menjadi 360 Hektar di tahun 2007. Peningkatan luas areal tanaman kelapa terjadi di tahun 2008 namun tidak begitu besar, yaitu mencapai 362,08 Hektar. Di tahun 2009, luas areal tanaman kelapa kembali mengalami penurunan hingga mencapai 273 Hektar. Peningkatan dan penurunan luas areal tanaman jambu mete tidak begitu terlihat signifikan dari tahun 2004 hingga 2009. Luas areal tanaman jambu mete pada tahun 2004 sebesar 218 Hektar, mengalami penurunan tetapi tidak begitu besar di tahun 2008 yaitu sebesar 206 Hektar, dan di tahun 2009 meningkat 2 Hektar menjadi 208 Hektar. Sama halnya dengan jambu mete, luas areal tanaman kopi tidak terlalu mengalami perubahan yang berarti dari tahun 2004 hingga 2009. Luas areal tanaman kopi menurun dari tahun 2004 dan 2005 sebesar 117 Hektar menjadi 104 Hektar di tahun 2006 dan 2007 dan kembali bertambah menjadi 117 Hektar di tahun 2008. Sementara pada tahun 2009, luas areal tanaman kopi menurun hanya 1 Hektar menjadi 116 Hektar. Tanaman kakao mengalami peningkatan luas areal yang cukup pesat dari tahun 2004 dan 2005 sebesar 19 Hektar menjadi 77 Hektar di tahun 2006 dan 79 Hektar di tahun 2007. Namun pada tahun 2008, luas areal tanaman kakao menurun cukup signifikan menjadi 36 Hektar dan terus menurun di tahun 2009 hingga hanya sebesar 10 Hektar saja.

 

 

Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Rakyat

Gambar 8.18. Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Rakyat

Jenis Tanaman di Kabupaten Boven Digoel,Tahun 2004-2009

Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

Dari Gambar 8.18 terlihat bahwa, pada tahun 2004 dan 2005, jumlah produksi tanaman karet lebih besar dibandingkan tanaman kelapa, jambu mete, kakao dan kopi. Namun dari tahun 2006 hingga 2009 jumlah produksi tanaman kelapa lebih besar dibanding tanaman lainnya.

Produksi tanaman kelapa dari tahun 2004 sebesar 112.500 Kg meningkat menjadi 251.235 Kg di tahun 2007. Pada tahun 2008 produksi kelapa turun tapi tidak terlalu besar, yaitu mencapai 250.784 Kg. Namun penurunan produksi kelapa sangat signifikan terjadi di tahun 2009, yaitu hanya mencapai 120 Kg. Begitu juga dengan jumlah produksi tanaman karet yang cenderung mengalami peningkatan dari tahun 2004 sebesar 125.000 Kg hingga mencapai jumlah produksi 197.966 Kg di tahun 2008. Namun penurunan jumlah produksi secara sangat signifikan juga terjadi pada tahun 2009, yaitu hanya sebesar 19 kg. Penurunan jumlah produksi juga dialami tanaman jambu mete dan kopi. Jumlah produksi jambu mete cenderung mengalami penurunan dari tahun 2004 sebesar 17.165 Kg menjadi hanya 9.199 Kg di tahun 2008. Jumlah produksi sebesar 29.350 Kg yang dihasilkan tanaman kopi pada tahun 2004 cenderung menurun jumlahnya, hingga pada tahun 2008 jumlah produksinya menjadi 25.100 Kg. Jumlah produksi tanaman kakao yang terdata dari tahun 2006 hingga 2008 menunjukkan adanya peningkatan jumlah produksi, yaitu dari tahun 2006 sebesar 1.210 Kg meningkat di tahun 2007 dan 2008 sebesar 1.290 Kg.

 

Jumlah Petani Perkebunan Rakyat

Gambar 8.18. Jumlah Petani Tanaman Perkebunan Rakyat Menurut

Jenis Tanaman di Kabupaten Boven Digoel,Tahun 2004-2009

Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

 

Jumlah petani tanaman perkebunan rakyat seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 8.18 di atas menunjukkan bahwa jumlah petani kelapa meningkat dari tahun 2004 dan 2005 sebanyak 1.059 petani menjadi 1.500 petani di tahun 2006. Pada tahun 2007 dan 2008 jumlah petani kelapa berkurang menjadi 1.059 petani dan ditahun 2009 jumlah petani kelapa berkurang sangat signifikan hingga hanya mencapai 503 petani. Jumlah petani karet juga mengalami penurunan yang cukup pesat dari tahun 2004 dan 2005 sebanyak 2.044 petani, menjadi 1.255 petani di tahun 2006, setelah itu di tahun 2007 dan 2008 jumlah petani karet kembali meningkat menjadi 1.644 petani dan terus meningkat di tahun 2009 hingga menjadi 1.680 petani.

Jumlah petani jambu mete turun cukup signifikan dari tahun 2004 dan 2005 yang berjumlah 798 petani menjadi 212 petani di tahun 2006. Pada tahun 2006 hingga 2008 jumlah petani jambu mete tetap sama, yaitu sebanyak 212 petani. Namun di tahun 2009, jumlah petani jambu mete turun secara signifikan hingga hanya mencapai 38 petani. Petani kakao yang berjumlah 244 pada tahun 2004 dan 2005, dan 243 pada tahun 2006, meningkat cukup pesat di tahun 2007 dan 2008 sebanyak 445 petani, kemudian pada tahun 2009 jumlah petani kakao mengalami penurunan yang sangat signifikan hingga hanya mencapai 15 orang petani saja. Sementara itu, jumlah petani kopi cenderung sama dari tahun 2004 hingga 2008, yaitu sebanyak 251 petani, sedangkan di tahun 2009 jumlah petani kopi menurun menjadi 116 orang.