Pertanian

Pertanian Tanaman Pangan

Pertanian tanaman pangan yang terdapat di Kabupaten Boven Digoel meliputi tanaman padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar, keladi, sayuran dan buah-buahan.

 

Padi

 

Gambar 8.1. Luas dan Produksi Padi, Tahun 2004-2009

 

      Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

 Luas tanam padi seperti yang ditunjukkan pada Gambar 8.1 tidak berubah dari tahun 2004 hingga tahun 2007, yaitu sebesar 2,7 Hektar. Pada tahun 2008 luas tanam padi meningkat sebesar 3,5 Hektar dan di tahun 2009 meningkat pesat menjadi 8 Hektar. Luas panen padi dari tahun 2004 hingga tahun 2007 sama sebesar 2,65 Hektar. Di tahun 2008 dan 2009 luas panen padi sama dengan luas tanamnya yaitu sebesar 3,5 Hektar pada tahun 2008 dan 8 Hektar di tahun 2009. Produksi padi meningkat seiring meningkatnya luas tanam dan luas panen padi. Produksi padi dari tahun 2004 hingga 2007 sama kuantitasnya, yaitu sebesar 2,11 Ton, kemudian meningkat sedikit menjadi 2,30 Ton pada tahun 2008 dan di tahun 2009 produksi padi meningkat signifikan hingga mencapai 32 Ton.

 

Jagung

 

Gambar 8.2. Luas dan Produksi Jagung, Tahun 2004-2009

 

  Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

 Gambar 8.2 di atas menunjukkan bahwa dari tahun 2004 hingga tahun 2007, baik luas tanam, luas panen dan produksi jagung tetap sama, yaitu luas tanam sebesar 19,25 Hektar, luas panen sebesar 18,25 Hektar dan produksi sebesar 27,39 Ton. Di tahun 2008 luas tanam jagung meningkat menjadi 22 Hektar, begitu juga dengan luas panen dan produksi jagung, luas penen meningkat manjadi 19,50 Hektar dan produksi naik menjadi 28,74 Hektar. Pada tahun 2009 terjadi penurunan yang sangat signifikan, baik luas tanam, luas panen maupun produksi jagung. Luas tanam turun dari 22 Hektar pada tahun 2008 menjadi hanya 1,36 Hektar di tahun 2009. Sama halnya dengan luas panen dan produksi jagung. Luas panen menurun dari 19,50 Hektar pada tahun 2008 menjadi 1,36 Hektar di tahun 2009. Produksi jagung tentunya ikut menurun tajam dari 28,74 Ton pada tahun 2008 menjadi hanya 1,06 Ton di tahun 2009.

 

 Kedelai

Gambar 8.3. Luas dan Produksi Kedelai, Tahun 2004-2009

 

  Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

 Luas tanam dan luas penen tanaman kedelai sangat kecil. Seperti yang tampak pada Gambar 8.3, dari tahun 2004 hingga 2007 luas tanam dan luas panen kedelai tidak sampai mencapai 1 Hektar, yaitu hanya sebesar 0,75 Hektar. Pada tahun 2008, luas tanam dan luas panen meningkat menjadi 1,35 Hektar, dan di tahun 2009 kembali terjadi peningkatan, namun sangat kecil meningkat sebesar 0,01 Hektar menjadi 1,36 Hektar. Begitupun dengan tingkat produksi kedelai yang meningkat seiring dengan meningkatnya luas tanam dan luas panen. Produksi kedelai dari tahun 2004 hingga 2007 hanya mencapai 0,45 Ton, meningkat menjadi 1,05 Ton pada tahun 2008 dan 1,06 Ton di tahun 2009.

 

 Kacang Tanah

Gambar 8.4. Luas dan Produksi Kacang Tanah, Tahun 2004-2009

Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

 Luas tanam dan Luas panen kacang tanah tidak berubah dari tahun 2004 hingga 2007. Luas tanam sebesar 8,58 Hektar dan luas penen sebesar 7,78 Hektar. Pada tahun 2008 luas tanam dan luas panen meningkat menjadi 9,35 Hektar dan 8,57 Hektar. Sedangkan di tahun 2009 luas tanam dan luas penen mengalami penurunan. Luas tanam menurun dari 9,35 Hektar pada tahun 2008 turun menjadi 6,75 Hektar di tahun 2009, dan luas panen menurun dari 8,57 Hektar di tahun 2008 menjadi 6,57 Hektar di tahun 2009. Pola peningkatan dan penurunan luas tanam dan luas panen diikuti pula dengan pola tingkat produksinya. Produksi kacang tanah sebesar 6,22 Ton terjadi dari tahun 2004 hingga 2007, dan pada tahun 2008 produksi kacang tanah meningkat menjadi 6,80 Ton, sedangkan di tahun 2009 produksi kacang tanah menurun seiring menurunnya luas tanam dan luas panen menjadi 5,64 Ton

 

Kacang Hijau

Gambar 8.5. Luas dan Produksi Kacang Hijau, Tahun 2004-2009

 

Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

 Luas tanam dan luas panen kacang hijau dari tahun 2004 hingga 2007 tidak mengalami perubahan, begitu juga dengan tingkat produksinya. Seperti yang terlihat pada Gambar 8.5, luas tanam dari tahun 2004 hingga 2007 sebesar 3,09 Hektar, dan luas panen sebesar 3,03 Hektar, sedangkan tingkat produksinya sebesar 2,42 Ton. Di tahun 2008 dan 2009, baik luas tanam, luas panen dan tingkat produksi kacang hijau meningkat namun tidak terlalu signifikan. Luas tanam meningkat dari 3,88 Hektar pada tahun 2008 menjadi 3,92 Hektar di tahun 2009 dan luas panen meningkat dari 3,82 Hektar pada tahun 2008 menjadi 3,86 di tahun 2009, begitu juga dengan produksi kacang tanah yang mengalami peningkatan dari 3,21 Ton pada tahun 2008 menjadi 3,24 Ton di tahun 2009.

 

 Ubi Kayu

Gambar 8.6. Luas dan Produksi Ubi Kayu, Tahun 2004-2009

 

Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

 Pada Gambar 8.6 di atas menunjukkan luas tanam ubi kayu sebesar 17,66 Hektar pada tahun 2004 hingga 2007. Begitu juga dengan luas panen dan produksinya. Luas panen dari tahun 2004 hingga 2007 sebesar 14,50 Hektar dengan produksi sebesar 101,50 Ton. Dari tahun 2007, luas tanam mengalami peningkatan di tahun 2008 sebesar 18,60 Hektar, dan terus meningkat di tahun 2009 sebesar 18,78 Hektar. Berbeda dengan luas tanam, luas panen justru mengalami penurunan dari tahun 2008 sebesar 17,25 Hektar menjadi 15,43 Hektar di tahun 2009.  Meskipun luas panen mengalami penurunan dari tahun 2008 hingga 2009, namun produksi ubi kayu justru mengalami peningkatan dari tahun 2008 sebanyak 106,75 Ton menjadi 107,99 Ton di tahun 2009.

 

Ubi Jalar

Gambar 8.7. Luas dan Produksi Ubi Jalar, Tahun 2004-2009

Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

 Tanaman ubi jalar memiliki luas tanam, luas panen dan tingkat produksi yang sama dari tahun 2004 hingga 2007. Luas tanam sebesar 13,77 Hektar dari tahun 2004 hingga 2007 meningkat menjadi 21,57 Hektar pada tahun 2008 dan di tahun 2009 luas tanam ubi jalar meningkat pesat menjadi 30 Hektar. Demikian halnya dengan luas panen ubi jalar yang meningkat cukup tinggi dari tahun 2007 sebesar 10,07 Hektar menjadi 17,87 Hektar di tahun 2008 dan mencapai 30 Hektar di tahun 2009. Produksi ubi jalar juga mengalami kenaikan dari tahun 2007 sebanyak 78,56 Ton menjadi 86,36 Ton pada tahun 2008 dan mencapai 94,16 Ton di tahun 2009.

 

Keladi

Gambar 8.8. Luas dan Produksi Ubi Jalar, Tahun 2004-2009

Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

Keterangan *) : Data Tahun 2009 Tidak Tersedia

 Tanaman Keladi memiliki luas tanam dari tahun 2004 hingga 2007 sebesar 262,32 Hektar, meningkat menjadi  268,25 di tahun 2008. Begitu juga dengan luas panen keladi yang meningkat dari tahun 2007 sebesar 136,41 Hektar menjadi 177,98 Hektar di tahun 2008. Produksi keladi dari tahun 2004 hingga 2007 sebanyak 809,97 Ton meningkat cukup tinggi di tahun 2008 hingga mencapai 821,86 Ton.

 

Sayuran

Gambar 8.9. Luas dan Produksi Sayuran, Tahun 2004-2009

Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

Keterangan *) : Data Tahun 2009 Tidak Tersedia

 Gambar 8.9 di atas menunjukkan luas tanam tanaman sayuran sebesar 7,76 Hektar dari tahun 2004 hingga 2007. Di tahun 2008 luas tanam sayuran meningkat menjadi 10,61 Hektar. Luas panen tanaman sayuran sangat kecil hanya sebesar 0,1 Hektar dari tahun 2004 hingga 2007. Luas panen sayuran mengalami peningkatan di tahun 2008 sebesar 2,95 Hektar. Meskipun luas penen tanaman sayuran tidak begitu besar, hanya mencapai 0,1 sampai 2,95 Hektar, namun produksi sayuran bisa mencapai 350 Ton dari tahun 2004 hingga 2007 dan meningkat menjadi 352,85 Ton di tahun 2008.

 

Buah-Buahan

Gambar 8.10. Luas dan Produksi Buah-Buahan, Tahun 2004-2009

Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

Keterangan *) : Data Tahun 2009 Tidak Tersedia

 Luas Tanam tanaman buah-buahan cenderung mengalami kenaikan dari tahun 2004 hingga 2008. Luas tanam tanaman buah-buahan pada tahun 2004 sebesar 9,71 Hektar meningkat menjadi 9,80 Hektar pada tahun 2005 hingga tahun 2007 dan di tahun 2008 luas tanam tanaman buah-buahan bertambah menjadi 9,82 Hektar.  Luas panen buah-buahanpun tidak mengalami perubahan dari tahun 2004 hingga 2007 sebesar 8,50 Hektar. Hanya bertambah sedikit luas panen di tahun 2008 menjadi 8,52 Hektar. Sama halnya dengan produksi buah-buahan yang tidak berubah tingkat produksinya dari tahun 2004 hingga 2007 sebanyak 340 Ton, namun di tahun 2008 produksi buah-buahan meningkat 4,52 Ton menjadi 348,52 Ton.