Peternakan

 

Ternak yang banyak diusahakan di Kabupaten Boven Digoel diantaranya adalah Sapi Potong, Kambing, Babi, Ayam Buras dan Itik. Jumlah ternak dan produksi daging terlihat seperti pada Gambar 8.16 dan Gambar 8.17.

 

Jumlah Ternak

Gambar 8.16. Jumlah Ternak yang Diusahakan di Kabupaten Boven Digoel,

Tahun 2004-2009

Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

 

Ternak yang paling banyak diusahakan di Kabupaten Boven Digoel adalah Ayam Buras. Berdasarkan Gambar 8.16, jumlah Ayam Buras cenderung meningkat setiap tahunnya dari tahun 2004 hingga 2008. Jumlah Ayam Buras meningkat dari tahun 2004 sebanyak 10.572 ekor menjadi 15.192 ekor di tahun 2008, namun pada tahun 2009 jumlah Ayam Buras menurun hingga menjadi 12.845 ekor. Babi adalah ternak terbanyak kedua yang diusahakan setelah Ayam Buras. Jumlah ternak Babi cenderung meningkat dari tahun 2004 hingga 2009. Jumlah ternak Babi meningkat dari 4.189 pada tahun 2004 menjadi 5.298 di tahun 2009. Jumlah ternak Kambing sebanyak 737 ekor pada tahun 2004 dan 2005 meningkat menjadi 777 ekor di tahun 2006 dan 2007. Pada tahun 2008 jumlah ternak Kambing naik cukup pesat hingga mencapai 1.066 ekor, dan di tahun 2009 jumlahnya terus naik menjadi 1.134 ekor. Ternak Sapi Potong menunjukkan kecenderungan peningkatan jumlah dari tahun 2004 hingga tahun 2009. Jumlah ternak Sapi Potong meningkat dari tahun 2004 sebanyak 432 ekor menjadi 654 ekor di tahun 2009. Itik merupakan ternak yang paling sedikit diusahakan dibanding ternak lainnya. Jumlah Itik pada tahun 2004 sebanyak 155 ekor meningkat menjadi 212 ekor pada pada tahun 2008, namun pada tahun 2009 jumlah ternak Itik menurun tetapi tidak terlalu besar dari tahun 2008, yaitu sebanyak 195 ekor.

 

Produksi Daging

Gambar 8.16. Produksi Daging Ternak di Kabupaten Boven Digoel,

Tahun 2004-2009

 

Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, 2009

 

Berdasarkan Gambar 8.16, produksi daging ternak yang terbanyak adalah daging Babi. Peningkatan jumlah produksi daging Babi cenderung cukup signifikan dari tahun 2004 hingga 2009. Produksi daging Babi pada tahun 2004 dan 2005 sebanyak 28.492 Kg meningkat sebanyak 64.800 Kg di tahun 2006 dan 2007. Produksi daging Babi terus mengalami peningkatan pada tahun 2008 sebanyak 81.700 Kg dan mencapai 94.220 Kg di tahun 2009.

 

Produksi daging Ayam Buras pada tahun 2004 dan 2005 sebanyak 26.448 Kg menurun di tahun 2006 dan 2007 sebanyak 7.438 Kg, namun kembali menunjukkan peningkatan cukup pesat di tahun 2008 sebanyak 11.412 Kg dan mencapai 12.255 Kg pada tahun 2009. Produksi daging Sapi Potong mengalami penurunan yang cukup besar dari tahun 2004 dan 2005 yang berjumlah 15.552 Kg, menjadi 5.405 Kg di tahun 2005 dan 2006, akan tetapi produksi daging Sapi Potong kembali meningkat sangat signifikan di tahun 2008 menjadi 22.800 Kg dan terus meningkat pada tahun 2009 sebanyak 23.896 Kg. Pada tahun 2004 dan 2005, produksi daging Kambing sebesar 5.527 Kg. Jumlah ini menurun di tahun 2006 dan 2007 sebesar 2.130 Kg. Namun produksi daging Kambing kembali meningkat menjadi 4.200 Kg pada tahun 2008 dan 4.720 Kg di tahun 2009. Jumlah produksi daging Itik adalah yang terkecil dibandingkan dengan jumlah produksi daging ternak lainya. Produksi daging Itik pada tahun 2004 dan 2005 sebesar 62 Kg meningkat menjadi 64 Kg di tahun 2006 dan 2007. Di tahun 2008, jumlah produksi daging Itik menurun menjadi hanya 44 Kg. Namun pada tahun 2009, jumlah produksi daging Itik naik secara signifikan hingga mencapai 250 Kg.