Industri & Perdagangan

INDUSTRI

 

 Industri Kecil Formal

Pada tahun 2009 terjadi penurunan  jumlah unit usaha yang bergerak pada bidang industri kecil formal yang sangat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yakni dari 40 unit menjadi 22 unit dengan kata lain mengalami penurunan sebesar 45 persen. Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah sebab dalam kurun waktu tiga tahun sebelumnya selalu mengalami peningkatan. Berkurangnya jumlah unit usaha tersebut berdampak pada jumlah tenaga kerjanya, dimana terjadi penurunan jumlah tenaga kerja dari 86 menjadi 44 tenaga kerja atau sebesar 48,84 persen. Dapat disimpulkan bahwa industri kecil merupakan sektor ekonomi yang cukup banyak menyerap tenaga kerja.


Gambar 12.1. Jumlah Unit Usaha dan Tenaga Kerja Industri Kecil Formal

Di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2004-2009

 

Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Boven Digoel, 2009

Keterangan *): Data Tahun 2004 dan 2005 Tidak Tersedia

 

  Industri Kecil Non Formal

Begitu juga halnya kegiatan ekonomi di bidang industri kecil non formal, baik unit usahanya maupun tenaga kerjanya mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Unit usaha pada bidang ini mengalami penurunan sebesar 54,41 persen yakni dari 65 unit menjadi 28 unit. Penurunan tenaga kerja pada bidang ini mencapai 67,05 persen yakni dari 170 menjadi 56 tenaga kerja. Sedangkan dalam kurun waktu tiga tahun sebelumnya yakni tahun 2006 sampai 2008, jumlah unit usaha dan tenaga kerja industrri kecil non formal mengalami peningkatan.

 

Gambar 12.2. Jumlah Unit Usaha dan Tenaga Kerja Industri Kecil Non Formal

Di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2004-2009

 

Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Boven Digoel, 2009

Keterangan *): Data Tahun 2004 dan 2005 Tidak Tersedia

 

Industri Menengah

 Lain halnya dengan Industri Menengah yang ada di Kabupaen Boven Digoel, yakni jumlah unit  usaha pada bidang ini meningkat sangat drastis mencapai 4 kali lipat dari tahun depan atau dengan kata lain meningkat sebesar 400 persen dari tahun sebelumnya dari 2 unit menjadi 10 unit. Namun seiring meningkatnya jumlah unit usaha, justru jumlah tenaga kerja pada bidang ini menurun drastis sebesar 82,61 persen yakni dari 115 menjadi 20 tenaga kerja.  Hal ini mengindikasikan perubahan industri menengah dari yang padat karya menjadi padat modal, serta menunjukkan industri yang menggunakan teknologi sehingga tidak memerlukan tenaga kerja yang lebih banyak lagi.

 

Gambar 12.3. Jumlah Unit Usaha dan Tenaga Kerja Industri Menengah

     Di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2004-2009

 

Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Boven Digoel, 2009

Keterangan *): Data Tahun 2004 Tidak Tersedia

 

Industri Besar

 Untuk kelompok Industri besar, dimana perkembangan unit usaha dan tenaga kerjanya dapat dilihat melalui gambar grafik dibawah ini. Pada umumnya, jumlah unit usaha dalam bidang industri besar ini selalu tetap tidak ada yang berubah, terkecuali pada tahun 2004 dimana jumah unit usaha pada tahun tersebut mencapai 5 unit. Sedangkan untuk 5 tahun berikutnya sampai tahun 2009 berkisar 3 unit saja. Untuk jumlah tenaga kerja pada bidang industrri besar ini, pada tahun 2004 mencapai 3.179 tenaga. Unutk tahun 2005 sampai 2008, jumlah tenaga kerja sama yakni mencapai 4.528 tenaga kerja. Sedangkan tahun 2009 mengalami penurunan jumlah tenaga kerja sebesar 20,63 persen menjadi 3.594 tenaga.

 

Gambar 12.4. Jumlah Unit Usaha dan Tenaga Kerja Industri Besar

                            Di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2004-2009

 

Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Boven Digoel, 2009

 

 

Sarana Perdagangan

Sarana perdaganan yang terdapat di kabupaten Boven Digoel berupa Pasar Trasidional, Pasar Lokal, Pasar Regional, Pasar Swalayan, Hipermarket dan Pasar Grosir. Berdasarkan sumber perekda setda tahun 2009, sarana perdagangan yang terbanyak adalah pasar grosir yakni terdapat 13 unit disusul oleh hipermarket dengan jumlahnya adalah 5 unit. Sedangkan sarana perdagangan yang sedikit ditemui adalah pasar regional yakni hanya da satu unit saja. Pada tahun 2009 jumlah pasar tradisional mencapai 4 unit. Sedangkan pasar lokal pada tahun 2009 mencapai 3 unit. Unutk sarana pasar swalayan di kabupaten ini terdapat 2 unit saja.

Gambar 12.5. Jumlah Sarana Perdagangan Di Kabupaten Boven Digoel,

 Tahun 2009

Sumber: Bagian Bina Perekda Setda Kabupaten Boven Digoel, 2009

 

Koperasi :

 

Koperasi Unit Desa (KUD)

Perkembangan jumlah koperasi unit desa dan jumlah anggotanya dapat dilihat dari gambar dibawah ini. Jumlah koperasi unit desa di kabupaten ini dalam kurun waktu 6 tahun yakni dari tahun 2004 sampai 2009 berkisar antara 4 dan 5 unit saja. Dimana jumlah anggota kopersai yang terbanyak pada tahun 2004 sampai 2006 yakni mencapai 301 anggota. Pada tahun 2009 KUD di kabupaten ini mencapai 5 unit dengan jumah anggotanya sebanyak 169 anggota. Pada tahun 2008 dimana dengan jumlah anggota yang sama dengan tahun 2009 namun jumlah KUD hanya 4 unit saja.

 

Gambar 12.6. Jumlah KUD dan Jumlah Anggota

                    Di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2004-2009

 

Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Boven Digoel, 2009

 

Koperasi Primer

Perkembangan jumlah koperasi primer dan jumlah anggotanya di Kabupaten Boven Digoel dalam kurun waktu 2004 sampai 2009 dapat dilihat dari gambar grafik dibawah ini. Pada tahun 2004, jumlah koperasi primer pada saat itu mencapai 41 unit dengan total anggota 1.292 anggota. Kemudian pada tahun 2005 jumlah koperasi primer mengalami peningkatan sebesar 17,07 persen menjadi 48 unit, sedangkan jumlah anggotanya justru menurun sebesar 2,09 persen menjadi 1.265 anggota. Pada tahun 2006, jumlah koperasi primer menurun sebesar 14,58 persen dan kembali menjadi 41 unit, begitu juga dengan jumlah anggotanya yang meningkat 2,13 persen dan kembali menjadi 1.292 anggota. Pada tahun 2007 jumlah koperasi primer meningkat sebesar 39,02 persen menjadi 57 unit, dan jumlah anggotanya juga meningkat sebesar 25,39 persen menjadi 1.620 anggota. Jumlah koperasi primer kembali meningkat pada tahun 2008 sebesar 12,28 persen menjadi 64 unit, begitu juga dengan jumlah anggotanya yang meningkat sebesar 31,48 persen menjadi 2.130 anggota. Untuk tahun 2009 tidak terjadi perubahan jumlah koperasi primer maupun jumlah anggotanya.

 

Gambar 12.7. Jumlah Koperasi Primer dan Jumlah Anggota

                    Di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2004-2009

 

Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Boven Digoel, 2009

 

 

Lembaga Keuangan :

 

Perbankan

Di Kabupaten Boven Digoel terdapat 2 lembaga keuangan perbankan yang keduanya adalah milik pemerintah, yaitu BPD (Bank Papua) dan BRI (Bank Rakyat Indonesia).

 

============================

 

 

 

KAMAR DAGANG DAN INDUSTRY

(THE PAPUAN CHAMBER OF COMMERCE AND INDUSTRY)

Business center Boven Digoel Papuan Telp. 0813 4318 3008, Fax. …., Email : kadinkabbovendigoel@yahoo.com

Kabupaten Boven Digoel – Provinsi Papua

———————————————————————————————————-

 

SUSUNAN PENGURUS DEWAN PERTIMBANGAN

KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI KABUPATEN BOVEN DIGOEL

MASA BHAKTI 2014 – 2019

 

  1. KETUA (Bonefasius Tanggoy – No.HP:0821 9965 0222)
  2. WAKIL KETUA (Canisius Benbop)
  3. WAKIL KETUA (Dominikus Amote)
  4. WAKIL KETUA (Ignatius Kutmop)
  5. WAKIL KETUA (Paulinus Wogan)
  6. Anggota (Finsensius K)
  7. Anggota (Johanis Wati)
  8. Anggota (Timotius Kowet)
  9. Anggota (Matis Koki)
  10. Anggota (Sano)
  11. Anggota (Male Kwanimba)
  12. Anggota (Agustinus Wandop, Amd.pd)
  13. Anggota (Drs.Paulinus Wanggimop)
  14. Anggota (Robertus Wagi)
  15. Anggota (Fransiskus Tingge)
  16. Anggota (Izak Kasang)
  17. Anggota (Anselmus Beap)
  18. Anggota (Alowesius Kangrinon)

 

DEWAN PENGURUS

KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI

PROVINSI PAPUA

 

CAP/TTD

 

Ir. ADOLF ALPIUS ASMURUF, MT.

KETUA UMUM KADIN PAPUA