Perjuangkan Layanan Kesehatan Berkualitas di Perbatasan, Bupati Boven Digoel Audiensi dengan Menkes
Tanah Merah, InfoPublik – Agar masyarakat di kampung dan wilayah perbatasan memperoleh layanan kesehatan yang aman dan berkualitas, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel terus memperjuangkan dukungan Pemerintah Pusat melalui penguatan sinergi kebijakan dan program sektor kesehatan.
Komitmen tersebut diwujudkan Bupati Boven Digoel Roni Omba melalui audiensi dan paparan langsung bersama Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Kamis (29/1/2025), guna membahas kondisi serta kebutuhan mendesak pelayanan kesehatan di Kabupaten Boven Digoel.
Audiensi tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel, Kepala BP3OKP Perwakilan Papua Selatan, serta jajaran pendamping dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya percepatan peningkatan layanan kesehatan di wilayah perbatasan negara.
Dalam pertemuan itu, Bupati Roni Omba menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang layak, merata, dan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan.
“Pelayanan kesehatan adalah hak dasar masyarakat. Karena itu, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan, baik dalam pembangunan sarana prasarana maupun penguatan sumber daya manusia kesehatan di Boven Digoel,” ujar Roni Omba.
Bupati memaparkan, saat ini terdapat 12 bangunan puskesmas di Boven Digoel yang belum memenuhi standar sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2024. Dari 112 kampung yang ada, baru tersedia 14 puskesmas pembantu, dan 13 di antaranya mengalami kerusakan berat.
Selain itu, masih terdapat keterbatasan rumah tinggal bagi tenaga kesehatan, kekurangan kendaraan ambulans untuk layanan kegawatdaruratan, serta belum tersedianya pasokan listrik yang memadai, khususnya untuk mendukung pelayanan pada malam hari dan kondisi darurat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel mengusulkan pembangunan 12 puskesmas sesuai standar, pembangunan puskesmas pembantu di 67 kampung, serta pembangunan 210 kopel rumah petugas kesehatan. Pemerintah daerah juga mengusulkan pengadaan ambulans untuk satu rumah sakit, dua puskesmas perbatasan, dan satu puskesmas perkotaan guna memperkuat sistem rujukan dan layanan kegawatdaruratan.
Selain infrastruktur, Bupati Roni Omba juga menyoroti keterbatasan sumber daya manusia kesehatan. Saat ini, tujuh puskesmas belum memiliki dokter umum dan 19 puskesmas belum memiliki dokter gigi. Sebanyak 19 puskesmas juga belum memenuhi sembilan jenis ketenagaan sesuai standar, serta 18 puskesmas belum memiliki tenaga penunjang di bidang keuangan dan teknologi informasi.
Ia juga mengungkapkan adanya kesenjangan insentif antar tenaga kesehatan, serta belum tersedianya sekolah kesehatan di Provinsi Papua Selatan sebagai pusat pengembangan SDM kesehatan.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel mengusulkan koordinasi dengan Kementerian PANRB terkait pembukaan seleksi CASN, penyesuaian zonasi insentif daerah terpencil dan sangat terpencil, peninjauan regulasi insentif tenaga medis di daerah dengan kemampuan fiskal terbatas, serta pembangunan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Papua Selatan di Kabupaten Boven Digoel.
Audiensi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dan Pemerintah Pusat, guna memastikan pelayanan kesehatan yang layak dan berkualitas dapat dirasakan hingga ke kampung-kampung dan wilayah perbatasan negara.