Posyandu Lansia Jemaat Bethel Tanah Merah Perkuat Kolaborasi Gereja dan Puskesmas

br694880015ad96.jpeg

Tanah Merah, InfoPublik - Akses layanan kesehatan yang mudah, terjangkau, dan rutin kini semakin dirasakan oleh warga lanjut usia di Tanah Merah.

Melalui Posyandu Lansia yang digelar di Gereja GPI Jemaat Bethel Tanah Merah, para lansia tidak hanya memperoleh pemeriksaan kesehatan secara berkala, tetapi juga pendampingan medis yang membantu menjaga kualitas hidup mereka agar tetap sehat, mandiri, dan produktif di usia lanjut, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja wadah kategorial lansia Jemaat Bethel Tanah Merah yang dilaksanakan secara rutin setiap satu hingga dua bulan sekali. Dalam pelaksanaannya, Posyandu Lansia tersebut berkolaborasi dengan Puskesmas Tanah Merah, yang menyediakan seluruh tenaga medis, obat-obatan, serta perlengkapan pelayanan kesehatan.

Peserta Posyandu Lansia tidak hanya berasal dari Jemaat Bethel Tanah Merah, tetapi juga melibatkan Jemaat Rehoboth, Jemaat Immanuel KM 3, serta masyarakat umum di sekitar wilayah Tanah Merah.

Wakil Ketua I Jemaat Bethel Tanah Merah, Arianus Uniplaita, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kebutuhan nyata jemaat lansia agar memperoleh layanan kesehatan yang mudah dijangkau.

“Posyandu lansia ini kami bangun untuk menjawab kebutuhan umat lanjut usia, agar mereka tidak perlu jauh-jauh ke fasilitas kesehatan dan dapat terpantau kondisi kesehatannya secara rutin,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun secara sinodal gereja telah memiliki bidang pelayanan lanjut usia, tidak semua jemaat mampu langsung melaksanakannya. Oleh karena itu, Jemaat Bethel mengambil inisiatif lebih awal dengan menjalankan Posyandu Lansia sebagai fondasi pelayanan lansia di tingkat jemaat.

“Posyandu ini tidak eksklusif untuk Jemaat Bethel. Kami membuka pelayanan bagi jemaat lain dan masyarakat sekitar, khususnya jemaat yang belum memiliki wadah pelayanan lansia,” tambahnya.

Terkait kolaborasi dengan Puskesmas Tanah Merah, Arianus menegaskan bahwa Posyandu Lansia merupakan bagian dari program kesehatan pemerintah yang dilaksanakan secara sinergis dengan gereja.

“Tenaga medis dan seluruh pelayanan kesehatan sepenuhnya dari puskesmas. Gereja menjadi mitra dalam penyediaan tempat dan pengorganisasian peserta,” jelasnya.

Arianus juga mengakui antusiasme peserta cukup tinggi, meskipun masih terdapat kendala pada penyampaian informasi jadwal, mengingat sebagian peserta masih aktif bekerja dan jadwal pelayanan menyesuaikan agenda puskesmas.

Salah satu peserta Posyandu Lansia, Sadrak Toni menilai kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya dalam memantau kondisi kesehatan secara berkala.

“Dari sisi kontrol kesehatan, posyandu ini sangat baik. Kita bisa mengetahui perkembangan kondisi tubuh dan mengambil langkah pengaturan pola hidup yang lebih sehat,” ujarnya.

Ia berharap ke depan informasi kegiatan dapat disebarluaskan lebih luas serta adanya peningkatan kolaborasi dengan pemerintah daerah.

"Ke depan, pelayanan ini perlu ditingkatkan, termasuk kemungkinan penambahan makanan bergizi dan suplemen agar manfaatnya lebih optimal bagi lansia,” tambahnya.

Sementara itu, Dokter Norberta Guyop dari Puskesmas Tanah Merah menegaskan bahwa Posyandu Lansia merupakan bentuk nyata kolaborasi antara program kesehatan pemerintah dan peran aktif lembaga keagamaan.

“Posyandu lansia adalah program puskesmas yang pelaksanaannya bisa dilakukan di berbagai tempat, termasuk gereja. Kolaborasi ini memudahkan pelayanan dan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.

Arianus menyampaikan bahwa jumlah peserta lansia yang terdata lebih dari 40 orang, namun kehadiran masih fluktuatif akibat keterbatasan informasi dan jadwal yang menyesuaikan agenda pelayanan puskesmas di beberapa lokasi.

Melalui kegiatan ini, Jemaat Bethel Tanah Merah berharap Posyandu Lansia dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjadi sarana edukasi kesehatan bagi lansia, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, serta kesejahteraan di usia lanjut.